Designer's Pick: Muhammad Krisna Pradipta

Harapan tuk memberikan sesuatu yg berguna bagi banyak orang bikin Muhammad Krisna Pradipta mempunyai passion tinggi pada interior design. Disokong sama tingginya permohonan perabotan setempat bermutu, Krisna kian merasa percaya tuk menyeleksi karir sebagai product designer. “Saya mengikuti prinsip form follow function, dimana dekorasi hasil yg saya bangun memang dibikin menurut kegunaan utamanya. Maka itu seluruh penyusunan rencana dekorasi saya senantiasa dimulai sesudah saya menetapkan fungsinya terlebih dulu,” jelas Krisna. Lantas, perabotan mana saja yg menjadi favorit Krisna?

“Tuk ruangan makan yg lebih akrab dan hangat, saya mengandalkan Mutoyo Dining Set. Desainnya sengaja memakai kayu jati yg kuat supaya kuat lama dan fleksibel, pas tuk nuansa hunian manapun. Lagipula, kayu jati memang sudah menjadi material andalan seluruh orang selama beberapa tahun.”

“Nah khusus tuk kursi dan meja makan, satu dari yang lain favorit saya merupakan Rossy Dining Table dan Trois Dining Chair. Saya berupaya bikin dekorasi saya senantiasa sederhana, because simplicity goes with anything and everything. Filosofi dibalik dekorasi Rossy Dining Set merupakan memberikan kesederhanaan pada ruangan makan, soalnya ruangan makan merupakan satu dari yang lain lokasi yg sentimental pada hunian, lalu tak butuh sungguh banyak rancangan. Trois sendiri mempunyai nilai dekorasi yg unik, soalnya kalau Kalian lihat dari samping, kursi ini mempunyai bentuk segitiga meskipun amat subtle.”

“Berpindah ke ruangan tengah, Wina 2 Seater paling tenteram tuk berpangku tangan. Menurut saya, kenyamanan amat dipengaruhi oleh desainnya, dan tuk sofa ini saya terinspirasi oleh ciri khas Skandinavia yg tak sungguh terbaru, lalu mengasi sedikit sentuhan klasik. Pada sisi sampingnya saya tambahkan kantong besar tuk menyimpan remote TV ataupun majalah yg menurut saya amat berguna ketimbang memakai meja yg memakan lebih banyak space. Lagi-lagi, perabotan semacam ini memancarkan konsep form follow function yg saya ikuti. Tuk melengkapinya, saya menyeleksi Boris Armchair yg mempunyai dekorasi terbaru dan sandaran semi-klasik. Menurut saya kursi ini jua pas tuk kamar wanita soalnya desainnya lebih feminin dibanding dekorasi kursi lain yg saya buat.”

“Selain itu, tentu ada beberapa laci dan lemari yg menjadi favorit saya. Mutoyo Cabinet misalnya, yakni kombinasi sempurna antara dekorasi Indonesia dan Skandinavia. Kayu solidnya memancarkan sisi ketimuran yg simpel, sesaat bentuknya yg compact terinspirasi dari dekorasi perabotan Swedia yg mementingkan kemudahan. Sesaat Morrissey Credenza lebih minimalis, akan tetapi itu yg bikin saya mengandalkan laci ini. Sepertinya tak ada ruang yg tak pas sama dua lemari diatas.

Postingan populer dari blog ini

7 Bumbu Dapur yg Berkhasiat

Tatanan Interior Hunian Ala Marshall Utoyo

5 Kebiasaan Ini Menjinjing Kalian Berhasil